Story of Us [One Shoot]

The cast are not mine. They belong to God.

Story of Us

 

A fic by Choi Seong Yeon

 

Genre : Romance

Rated : M

Warning : Genderswitch, Typo(s), OOC, Sex Content, PWP, HardSex

Cast :

Kim Jongin,

Park Chanyeol

.

Summary :

Kehidupan sex seorang Kim Jongin dan Park Chanyeol dari tiap kehidupan yang berbeda.

.

.

.

.

.

.

Present

 

Jongin melihat pantulan dirinya di cermin. Hari ini akan menjadi hari yang panjang untuknya. Kalah taruhan dari Park Chanyeol adalah hal terburuk baginya. Melakukan apapun yang diperintahkan oleh yang menang selama satu minggu. Dan ini masih hari pertama. Rasanya bagi Jongin satu minggu ini akan benar-benar menjadi hari yang panjang dan melelahkan.

 

Permintaan pertama dari Park Chanyeol –pacar mesumnya- adalah tubuh Jongin yang akan dikerjainya seharian di hari Sabtu –hari ini-  yang  cerah hingga Chanyeol merasa puas. Masalahnya, kapan Chanyeol akan merasa puas? Setau Jongin, Chanyeol hanya akan berhenti jika ada yang menggagu acara –ayo-kerjai-tubuh-Nini- itu pun jika ada masalah yang benar-benar penting. Dan sabtu ini jadwal kerja mereka kosong, dan Chanyeol akan membawa Jongin ke Apartmentnya yang hanya ditinggali oleh Chanyeol. Itu artinya tidak akan ada yang mengganggu. Apa lagi ini Jongin kalah taruhan dan tidak boleh melawan. Bagaimana nasibku nanti? Jongin menangis dalam hati.

 

Jongin keluar dari kamar mandi Apartment Chanyeol. Dia hanya memakai kaos besar Chanyeol. Tangannya tenggelam oleh baju yang kebesaran itu, pahanya hanya tertupi setengah oleh kaos itu. Tangannya dari tadi sibuk menaikan kaosnya yang merosot dari bahunya karena kebesaran.

 

Walaupun dia sering melakukan ini dengan Chanyeol tapi Jongin selalu gugup jika melakukannya. Selain karena Chanyeol yang bringas dan juga jika melakukannya Jongin selalu merasa sakit. Entah karna penis Chanyeol yang terlalu besar atau hole Jongin yang selalu ketat.

 

Chanyeol mendekati Jongin. Tangannya menggenggam tangan Jongin yang tadi sibuk membenarkan letak kaosnya. “Kenapa ditutupi? Kau terlihat menggoda seperti ini, Nini-ya” Chanyeol mencium bahu Jongin membuat semburat merah muda di pipi yeoja ini.

 

“Yeollie, apa kau akan menggunakan benda-benda itu lagi?” Jongin menunjuk Sex Toys yang sudah disiapkan Chanyeol untuk permainan mereka nanti.

 

“Tentu saja. Bukankah akan sangat menyenangkan menggunakan benda-benda itu?” Jongin bergidik ngeri. Terakhir kali mereka bermain dengan itu keadaan Jongin menjadi mengenaskan. Selesai bermain badannya terasa sangat sakit. Dan sepertinya Chanyeol membeli mainan baru.

 

“Eeeengh.. Yeollieh..” Erangan Jongin saat tiba tiba Chanyeol menjilat bahunya yang terbuka. Chanyeol menjilatnya dari bahu ke leher Jongin dan berakhir di cuping telinga Jongin yang diemutnya.

 

“Eemph ahmp engh” Mereka berciuman panas. Lidah mereka saling melilit, bertukar saliva. Saliva menetes dari dagu Jongin. Kedua tangan Chanyeol mengangkat Jongin dan membawanya ke tempat tidur sambil terus berciuman.

 

“Auumph ah engh Chan emph” Jongin terus mengerang. Tangan Chanyeol meremas kedua daging kenyal Jongin. Meremasnya sedikit kasar. Masih sambil berciuman. Chanyeol sangat menyukai bibir Jongin, rasanya sepeerti Stawberry kesukaan Jongin. Menggigit bibir bawahnya.

 

Chanyeol membuka kaos Jongin. Memperlihatkan dadanya yang tertutupi bra dan underwear berenda berwarna hitam. Tangan Chanyeol ke bawah menuju vagina Jongin yang masih tertutupi underwear. Tangannya menelusup masuk kedalamnya. Mengelus dengan jarinya.

 

“aah Chanyeolliiieh uh” Jongin mengerakan kepalanya ke kiri dan ke kanan, tidak bisa menahan kenikmatan yang diberikan Chanyeol, sedangkan tangannya meremas sprei kasur di bawahnya. Chanyeol melepaskan underwear dan bra Jongin.

 

“Lebih indah jika tidak tertutupi apa-apa. Kau menikmatinya Chagi?” Chanyeol melesakan wajahnya di selangkangan Jongin. Menjilati bibir Vagina Jongin, sesekali mengemut klitoris Jongin. Tangan kirinya meremas dada Jongin dan tangan kanannya meremas buttom Jongin. Jarinya sesekali menusuk-nusuk ke holenya.

 

”Jongin—ah pakai ini” Chanyeol menyodorkan butt plug berbentuk buntut kucing dan bando kucing. Jongin membuka matanya yang tadi tertutup menikmati apa yang Chanyeol lakukan padanya.

 

“eh? Apa ini Yeollie? Bagaimana memakainya? Aku tidak tahu caranya” Jongin baru melihat mainan ini, sepertinya Chanyeol baru membelinya.

 

“itu butt plug, Chagi. Biar aku pakaikan. Menungginglah” Chanyeol mengambil butt plug dari tangan Jongin. Jongin menungging memperlihatkan holenya yang berwarna merah muda. Chanyeol menusukan dua jarinya ke dalam back-hole Jongin.

 

“Aaakh! Sakit Chanh—“ Chanyeol mengerakan jarinya untuk melonggarkan hole Jongin. Memaju mundurkan dan melakukan gerakan seperti menggunting. Setelah terasa cukup Chanyeol mengeluarkan jarinya dan memasukan butt plug ke back-hole Jongin. Melesakannya sedikit kasar.

 

“Ini sangat sakit, Chanyeol. Ugh rasanya tidak nyaman” Jongin menggoyang goyang kan buttomnya. Jongin mencoba duduk. Chanyeol memasangkan bando kucing di rambut Jongin yang tergerai sebahu.

 

“Kau harus tahan chagi. Kau harus melakukan semua yang ku mau hari ini, Jonginnie. Kau sangat manis memakainya” Chanyeol mencium bibir Jongin, menggigit bibirnya, menghisapnya, lidahnya menjelajahi mulut Jongin. Tangan Jongin melingkar di leher Chanyeol, dan berpindah tempat duduk di pangkuan Chanyeol.

 

Jongin merasa tidak nyaman dengan buttomnya,  dia menggoyang-goyangkan buttomnya di pangkuan Chanyeol. Kakinya yang mengangkang membuatnya semakin tidak nyaman, dan semakin cepat menggerak-gerakannya membuat milik Chanyeol yang masih tertutup celana mengeras.

 

Chanyeol melepaskan ciumannya dan menatap Jongin. “Kau menggodaku Nini—ya, hmm?” Chanyeol membanting Jongin menjadi terlentang dan kaki yang masih mengangkang di selangkangan Chanyeol. Bukankah itu pose yang sangat menggoda?

 

“auw sshs” Jongin meringis karena butt plugnya yang semakin melesak ke dalam. Chanyeol menggigiti leher Jongin dan turun ke dada Jongin. Mengemut nipplenya dan menggigitnya kasar membuat Jongin mengerang kesakitan. Membuat kissmark di tubuh Jongin di leher, bahu, dada, perut, dan rahang.

 

Chanyeol membuka celananya, karena dia dari tadi memang hanya memakai celana. Memperlihatkan penisnya yang sudah setengah mengeras. Baru setengah mengeras saja sebesar itu. Bagaimana jika dia benar benar mengeras? Uh pasti sangat besar. Batin Jongin membayangkan.

 

Chanyeol menyodorkan penisnya ke hadapan Jongin. Merubah posisi menjadi Chanyeol yang di bawah dan Jongin yang di atas, dan berada di depan penis Chanyeol. Jongin yang mengerti maksud Chanyeol segera memasukan benda keras milik Chanyeol ke dalam mulutnya. Tidak semuanya masuk, hanya setengahnya saja yang bisa masuk ke dalamnya.

 

Jongin mengemut penis Chanyeol seperti dia sedang memakan ice cream. Menjilat lubang kecil di ujungnya. Menggigitnya kecil. Memaju-mundurkan benda itu. Dan bagian yang tidak masuk mulutnya ia pijit dengan jari-jari lentiknya. Terus melakukan itu berulang-ulang hingga penis Chanyeol menjadi sepenuhnya mengeras.

 

Chanyeol tiba-tiba melepaskaskan penisnya dari mulut Jongin. Membuat Jongin mengeluarkan erangan protes. Dengan cepat Chanyeol membalikan posisi mereka lagi. Mengembalikan Jongin ke posisi awal. Terlentang dengan pasrah di bawahnya.

 

“Aku tidak akan bermain lembut, Jongin—ah.” Tanpa persiapan dan aba-aba Chanyeol langsung memasukan penis besarnya ke vagina Jongin.

 

“Aaaaakh hh” Jongin berteriak keras. Rasanya dia seperti terbelah menjadi dua. Rasanya benar-benar sakit. Panas, perih dan linu.

 

Dan tanpa memperdulikan Jongin yang menahan sakit Chanyeol langsung mengin-outkan penisnya dengan cepat dan kasar. Jongin meremas sprei yang berantakan di bawahnya. Kepalanya bergerak ke kanan dan ke kiri, matanya terpejam. Rasanya sakit sekali. Belum lagi butt plug yang terpasang di hole belakangnya yang masuk semakin dalam. Pinggul Jongin sepertinya mati rasa. Merasakan rasa sakit dari depan dan belakang.

 

Chanyeol makin mempercepat gerakannya. Benar-benar tidak peduli pada Jongin. Sudah lama sekali dia ingin bermain seperti ini denganJongin. Melihat wajah Jongin yang kesakitan dan mendengar erangan kesakitan Jongin membuatnya merasa semakin bergairah. Sadistic kah dia?

 

Bibirnya tidak tinggal diam, menggigit dan terkadang menarik nipple Jongin kuat dengan giginya. Membuat nipple Jongin mengeluarkan sedikit darah yang langsung di hisap kasar oleh Chanyeol. Penisnya sengaja tidak dia tumbukan ke titik kenikmatan Jongin. Dia benar benar ingin melihat Jongin kesakitan. Bukankah Jongin terlihat seperti yeojayang sedang dirape? Mungkin dia harus mencoba Threesome. Kapan-kapan Chanyeol akan mengajak temannya untuk bermain bersama dengannya dan Jongin.

 

”uh sak- kit engh Chan. Hen-tikan Aaakh”  Jongin benar-benar tidak kuat. Chanyeol memang sering mengajaknya bermain kasar. Tapi dia selalu menolaknya. Dan uh sekarang adalah waktunya dia mengabulkan keinginan Chanyeol yang dari dulu ingin dilakukannya.

 

“uh Jongin melihatmuh kesakitan seperti ini, aku semakin bersemangat” setelahnya namja berbadan athletis ini mencium bibir Jongin yang sudah memerah dan membengkak dengan kasar. Tangannya meremas kedua dada Jongin.

“Aaaakh ah Chaanhh- ah uh-ah” Jongin mencoba memusatkan pikirannya untuk merasakan kenikamatan. Dari pada dia harus kesakitan.

 

“Eeeeeeemph” Walaupun bermain dengan kasar dan merasakan sakit Jongin masih bisa mengeluarkan cairan kewanitaanya. Chanyeol tetap menggerakan pinggulnya. Malah semakin cepat. Penisnya terasa hangat merasakan cairan Jongin.

.

.

Matahari sudah tenggelam. Membuat bayangan sepasang sepasang kekasih yang sedang bercinta dengan panasnya dari pagi di kamar apartement sang namjaNamja berotot itu masih saja mengerjai sang yeoja yang kelihatannya sudah benar-benar lelah dan pasrah. Hingga akhirnya Chanyeol –si namja berotot- mengeluarkan spermanya ke dalam rahim Jongin –yeoja yang sudah kelelahan-. Entah sudah berapa kali mereka mengeluarkan cairan cinta.

 

“Chan, cepat keluarkan penismu. Aku tidak mau benda itu kembali membesar dan minta dikecilkan kembali –walaupun tidak akan bisa kecil. Aku benar-benar lelah, Chan” Jongin berbicara pelan, dia kehabisan tenaga melayani kuda mesum berotot seperti kekasihnya ini.

 

“Aku tidak mau, Nini—ya. Rasanya enak di dalam sini. Hangat” Chanyeol menarik selimut untuk menutupi tubuh telanjang mereka. Dan memeluk kekasihnya yang dikerjainya habis-habisan. Mengerjainya dengan semua gaya. Bahkan anal sex yang membuat pinggul Jongin mati rasa.

 

“tapi rasanya sesak, Chan” Jongin mencoba melepaskan benda yang sudah terkulai. Tapi gerakannya itu malah membuat benda itu kembali membesar dan mengeras.

 

“Park Chanyeol” Jongin memandang Chanyeol horror.

 

“Satu ronde lagi ne, Chagi” Chanyeol menyeringai. Dan kembali menggerakan Pinggulnya. Membuat Jongin memekik. Jongin tidak akan bisa berjalan dengan benar beberapa hari ini.

.

.

.

Yeoja dengan rambut coklat lurus sebahu  sedang sibuk memasak di dapur. Walaupun dia baru pulang dari sekolahnya, dia tetap mencoba menjadi calon istri yang baik. Membuatkan makan siang untuk tunangannya –calon suaminya.

 

Jongin –yeoja tadi- bersenandung kecil. Membuat nada sendiri. Lala lala la lala la la. Senandungnya sambil mengambil wortel, timun dan tomat. Memotongnya seperti korek api.

 

Namja bertubuh tinggi dan memiliki abs diperutnya berjalan mengendap-endap dan memeluk calon istrinya dari belakang. Jongin memekik kaget, tidak melanjutkan menyanyinya. Chanyeol memeluk perut Jongin dan membenamkan wajahnya di perpotongan leher dan bahu Jongin. Menghirup wangi orange dari tubuh tunangan cantiknya. Tangannya mengelus perut Jongin.

 

Oppa, aku sedang memasak. Jangan menggangguku” Jongin mencoba melepaskan pelukan Chanyeol. Tangan Chanyeol naik ke atas dan meremas dada Jongin yang masih tertutupi kemeja putih sekolahnya.

 

Mwohaeyo, oppa?” Jongin membalikan tubuhnya menghadap Chanyeol. Namjachingu Jongin langsung melumat bibir merah Jongin. Melingkarkan tangannya di pinggang ramping yeojachingunya. Menariknya lebih mendekat hingga badan mereka benar-benar menempel. Jongin mengalungkan kedua tangannya di leher sang namjachingu. Menekan kepala Chanyeol untuk memperdalam ciumannya.

 

Jongin membuka mulutnya, membiarkan daging tak bertulang Chanyeol menjelajahi rongga mulutnya. Lidahnya mengelus langit-lagit mulutnya, membuat sensasi geli bagi Jongin. ”ngggh.. ooppa-ah..” erangnya di sela-sela ciuman mereka. Jari-jari lentiknya meremas rambut Chanyeol.

 

Tangan Chanyeol yang tadi melingkar di perut Jongin mulai nakal masuk ke dalam rok sekolah Jongin. ”Aah oppaah  apa yang kau lakukaan? uh” tangan nakal Chanyeol terus bermain di dalam rok sekolah Jongin. “Nini aku menginginkanmu, Chagiya. Aku sudah tidak tahan” Mata Jongin melebar mendengar permintaan tunangan mesumnya ini.

 

“Uukh kauuh pasti akh- habis menonton yadong lagi kan aah kaanh opp-aaakh?” Jongin bertanya susah payah karna jari Chanyeol bermain dan mengeluar-masukan di vagina Jongin. Yeoja yang ahli dance ini memejamkan matanya, jarinya menggenggam erat kaos depan yang Chanyeol kenakan dan jangan lupakan kepalanya yang mendongak ke atas membuat Chanyeol bisa dengan bebas menjelajahi leher Jongin.

 

“Aku baru saja bertemu dengan Kris hyoeng. Dia yang memberikanku, bukan aku yang meminta. Jadi dari pada percuma aku tonton saja” Chanyeol mengeluarkan jarinya dan mengangkat Jongin ke meja makan. Membuka semua pakaian yang Jongin gunakan.

 

Jongin hanya terlentang pasrah di atas meja makan. Chanyeol menjilati bibir vagina Jongin dan tangannya meremas kedua gundukan di dadanya. Jongin hanya menyenandungkan nada yang membuat birahi Chanyeol semakin meningkat.

 

Lidahnya menjilati klitoris Jongin, mengemutnya dan menyedotnya dengan kuat. Membuat Jongin harus mengejang, megeluarkan hasratnya. Cairan cintanya keluar yang dihisap habis oleh Chanyeol. Namja berbadan tinggi ini mengambil timun yang tadi belum sempat dipotong oleh Jongin. Dan memasukannya ke dalam vagina Jongin yang basah oleh cairan wanitanya.

 

“Akh” Jongin yang kaget karna ada benda dingin yang memasukinya, memekik kaget. Chanyeol menggerakan timunnya dengan cepat membuat Jongin terus mendesah.

 

“aah opp-paaakh uh oh ah akh. Faaasster oppaaah” Jongin yang merasa akan kembali mengeluarkan cairannya menggerakan pinggulnya kesana kemari. Merasakan kenikmatan yang melandanya.

 

Chanyeol yang melihat Jongin menggeliatkan tubuhnya tak beraturan langsung memasukan penisnya yang besar dan panjang tanpa mengeluarkan timun yang sudah tidak dingin lagi. Membuat Jongin berteriak kesakitan karna ada dua benda yang berada di holenya.

 

“Aaaaaakh- akh sah-kiitt” Jongin mengeluarkan air mata tanpa disadarinya. Chanyeol yang melihat Jongin menangis menjilat air matanya. Tetapi tetap memaju-mundurkan pinggulnya. Dan tangannya meremas dada Jongin. Mencoba membuat Jongin mengalihkan dari rasa sakitnya.

 

Jongin masih meringis kesakitan, Chanyeol terus melesakan penisnya dengan cepat dan tidak beraturan. Tangan Chanyeol meremas dada yeojachingunya keras dan kasar. Sesekali jarinya memelintir nipple Jongin dan menariknya tiba-tiba, membuat Jongin berteriak kaget dan kesakitan.

 

Oppaaaah ekh pelan-pelaaaan Aaaakh” Jongin berteriak kencang saat Chanyeol dengan sengaja menumbuk titik kenikmatannya tiba-tiba dan sangat keras.

 

“Aah Aakh ooouh ah Akh Chanyeool—ah Akh” Chanyeol semakin kencang dan cepat memasuk dan mengeluarkan penisnya. Hingga Jongin mencapai kenikmatannya.

 

“Aaaakh” tanpa mempedulikan Jongin yang masih mengeluarkan cairan kenikmatannya, Chanyeol terus mengin-outkan penisnya. Penisnya terasa hangat merasakan cairan hangat dari yeojachingunya.

 

“Kau nikmat chagiiih uh” Chanyeol menumbukan titik nikmat Jongin dengan sangat kencang lagi. Hingga membuat Jongin yang baru mengeluarkan cairannya kembali mengeluarkannya lagi.

 

“Uuuuuukh aakh Chaanyeolh” meneriakan kembali nama namjachingunya.

 

Setelah Jongin mengeluarkan orgasmenya Chanyeol membalikan tubuh Jongin. Membuat badannya menghadap meja dengan kaki yang menggantung. Cairan yang tadi dikeluarkannya menetes membasahi lantai kayu dapur.

 

Chanyeol mengeluarkan timun yang berada di dalam vagina Jongin. Dan menggantinya dengan vibrator berbentuk pisang, buah kesukaan Jongin. Dan memasangnya dengan mode max.

 

“Aaaaakh uh ou aakh ah ah uh ookh akuuuh lelaah oppaaah” Jongin meremas pinggiran meja makan, menahan kenikmatan dari vibrator yang bergetar kencang hingga terasa perutnya seperti diaduk-aduk. Pandangan Jongin rasanya buram.

 

Melihat yeojachingunya pasrah membuat Chanyeol semakin terbakar birahinya. Chanyeol memasukan tiga jarinya sekaligus ke dalam back-hole Jongin. Memaju-mundurkannya, mencoba memperlebar back-hole Jongin yang belum pernah dia coba. Merenggangkan jarinya , memutarnya.

 

Oppaaah itu sakit. Hentikaaaah ukh ah” Jongin menggoyang-goyangkan buttomnya, berharap namjachingunya akan mengeluarkan tiga jarinya dari back-hole­nya. Jongin benar-benar merasa tersiksa saat ini. Bagian depannya merasakan nikmat dan bagian belakangnya terasa sangat sakit.

 

“Rilekskan lubangmu chagi, kita harus mencoba gaya baru, Nini. Aku menontonnya tadi dan sepertinya terlihat sangat nikmat” Chanyeol membantu merilekskan dengan mengelus-elus punggung Jongin. Sedangkan tiga jarinya mengin-out­kan di back-hole­ Jongin.

 

Merasa back-hole Jongin sudah sedikit melebar, Chanyeol memasukan penisnya dengan perlahan. Chanyeol merasakan kenikmatan yang berlebih, vagina Jongin yang bergetar karena vibrator membuat back-holenya mengerut. Dan penis Chanyeol terasa seperti dipijit-pijit.

 

”Aaakh saahkit oopp Aakh” Dengan sekali hentakan Chanyeol menghujamkan penisnya masuk. Jongin yang kaget berteriak keras, sekarang ­back-hole­nya terasa robek. Setelah ini Jongin harus meminta bantuan Suho eonni untuk mengobati ­kedua holenya. Karna jika dia meminta Chanyeol membantunya yang ada dia akan dikerjai lagi, bukannya membantu tetapi membuat semakin parah.

 

“Ukh ini lebih nikmat niniih, jangan dicengkram. Rileks saja, chagi” Chanyeol berusa menahan nafsunya untuk tidak langsung mengin-outkan penisnya. Ini pertama kalinya Jongin melakukan anal sex. Chanyeol tidak mau meninggalkan kesan buruk kepada Jongin. Menurutnya anal sex lebih nikmat, jadi jika Jongin menyukainya, dia bisa meminta Jongin untuk melakukan sex dengan gaya anal sex ini. Dasar setan mesum!

 

Bukankah Jongin merupakan yeojachingu –ehm salah calon istri yang hebat, membuatkan makan siang untuk suaminya walaupun dia masih capai karna baru pulang sekolah, sabar menghadapi sifat evil calon suaminya, dan sabar menghadapi kemesuman yang mengerikan sang calon suami.

 

“Euh bergeraklah oppaah” Chanyeol yang sudah diberikan ijin dari Jongin langsung menggerakan penisnya. Pertama dia menggerakan dengan lembut. Tapi semakin lama dia menggerakannya kasar sekali. Membabi buta. Bahkan Jongin sampai kewalahan menghadapi kenikmatan yang didapatnya dari hole depan dan dari hole belakangnya.

 

“Uukh aakh oppaaaah Aakh deepeeerr Aaakh oh uh” desahan Jongin tak terkendali. Ditambah tangan Chanyeol yang memelintir nipplenya dari belakang membuatnya melengkungkan tubuhnya. Membusungkan dada.

 

Chanyeol menarik kepala Jongin, membuatnya menghadap Chanyeol. Jongin yang memandangnya sayu dengan mulut terbuka sambil menggumamkan desahan-desahan erotis. Chanyeol yang melihatnya langsung melahap bibir Jongin yang sudah bengkak karna beberapa kali digigit untuk menahan desahan.

 

Lidah Chanyeol menginvansi mulut Jongin, menggelitik langit-langit mulut Jongin. Menghasilkan desahan kecil dari Jongin. Tangan satunya –yang tidak memegang wajah Jongin- meremas sambil memelintir nippIe Jongin kasar dan keras. Menimbulkan pekikan kesakitan dari Jongin.

 

“Uuuuuuuuhmm” Desah Jongin saat dia mencapai orgasme lagi. Mulutnya masih dikulum oleh Chanyeol. Dan Chanyeol tidak membiarkannya menikmati rasa nikmat itu. Chanyeol malah semakin menghujamkan penisnya semakin dalam dan kuat.

 

“Eeeeeeunghhh” Dengan sekali hentakan yang paling kuat, akhirnya Chanyeol mengeluarkan sperma ke dalam lubang belakang Jongin. Jongin merasakan sperma yang di keluarkan Chanyeol sangat banyak. Sampai anusnya pun tak mampu menampung cairan Chanyeol. Cairan Chanyeol turun keluar membasahi kedua kaki Jongin.

 

Jongin merasakan badannya remuk. Dia benar-benar kelelahan dan vibrator yang dimasukan Chanyeol ke dalam vaginanya masih bergetar sangat kencang. Dia benar-benar lelah hingga dia hanya bisa membiarkannya.

 

oppa tolong matikan vibratornya. Aku benar bennnaar uh lelah” Suaranya pun bahkan terdengar sangat pelan. Jika kepala Chanyeol tidak berada di dekat kepala Jongin mungkin dia tidak dapat mendengar suara Jongin.

 

Chanyeol segera mengeluarkan penis dan juga vibrator. Mematikannya. Dan menggendong Jongin ke kamar. Dia sebenarnya ingin melanjutkan beberapa ronde lagi. Tapi melihat Jongin yang begitu kelelahan Chanyeol tidak tega juga. Biarlah dia nanti menyelesaikan sendiri di kamar mandi.

 

Sampai di kamar Chanyeol meletakan Jongin di kasur dan menyelimuti Jongin. Sebelum pergi ke kamar mandi Chanyeol mencium dahi Jongin.

 

Oppa, besok aku ada ulangan” Suara Jongin menghentikan langkah Chanyeol ke kamar mandi.

 

“Kau bisa mengikuti ulangan susulan, Chagi.” Chanyeol berbalik dan duduk di tepi kasur.

 

“Tapi aku sudah belajar untuk besok. Bagaimana kalau aku lupa?” Jongin memandang Chanyeol dengan pandangan memelas.

 

“Aku akan mengajarimu, Chagiya. Apa kau lupa jika calon suamimu ini jenius, hmm?” Chanyeol kembali berjalan ke kamar mandi dan menutup pintunya.

 

“Kau menyebalkan Oppa! Dimana kau menaruh kaset-kaset yadong itu, Oppa?!” Jongin berteriak. Dia berencana akan membakar semua kaset-kaset laknat milik Chanyeol. Dia selalu berakhir dengan mengenaskan setelah Chanyeol menonton yadong. Chanyeol akan mempraktekkan semua yang dilakukan di kaset yadong.

 

“Untuk apa kau menanyakannya, Chagi? Kau ingin menonton bersamaku?” Chanyeol balas dengan berteriak juga. Mereka seperti orang tersesat di hutan yang memanggil manggil minta pertolongan. Dasar.

 

“Aku akan membakar kaset-kaset laknat itu” Chanyeol berpura-pura tidak mendengar teriakan Jongin. Dia tida akan pernah memberi tahu barang berharganya itu –selain makanan-.

.

.

.

.

Yeoja dengan kaus oblong besar berwarna putih menampakan lekuk tubuhnya yang sexy. Rambutnya dibiarkan tergerai menyentuh punggungnya. Yeoja bernama Kim Jongin yang beberapa minggu lalu  berubah marga menjadi Park Jongin ini berjalan menuju ruangan yang berisi namja berabs yang sedang menonton tv.

 

Jongin membuka pintu dan menutup dengan perlahan. Berjalan dengan menggoda. Kaus oblong yang hanya menutupi sedikit kaki jenjangnya itu sedikit tersingkap ketika dia jalan. Memperlihatkan vaginanya yang tidak tertutupi apapun. Dia tidak mengenakan apapun selain kaus oblong putih besar milik namja bernama Park Chanyeol.

 

Dengan menggoda dia berjalan menghampiri music player, menyalakan lagu ice cream. Chanyeol yang kaget karena ada musik tiba-tiba menoleh. Dan mendapati istrinya dalam keadaan menggoda. Tangannya mengambil remote tv dan memtikannya.

 

Jongin berjalan dan berdiri di depan Chanyeol, membelakaangi tv. Saat musik dimulai dia mulai menarikan dance yang Hyuna lakukan. Saat bagian dia mengangkangkan kakinya, Jongin melakukannya dengan tampang yang benar-benar menggoda.

 

Chanyeol yang memang dasarnya pervert segera menghampiri Jongin dan melumat bibir istrinya. Jongin segera membuka mulutnya membiarkan Chanyeol menginvansi mulutnya. Mengelitik langit-langit mulutnya. Mereka saling melilitkan lidah mereka. Hingga saliva menetes dari mulut Jongin dan menetes turun ke leher menggoda Jongin.

 

Tangan Chanyeol meremas buttom dan juga dada Jongin. Jongin menghentikan ciuman dan tangan Chanyeol. Dia kembali menari. Mencoba menggoda sang suami yang sudah tidak tahan untuk menyetubuhinya. Jongin menyelipkan tangannya diantara kedua kakinya dan mengoyang-goyangkan buttomnya. Benar-benar ingin dihukum ya, Jong? Chanyeol menyeringai.

 

Sekarang gerakannya tidak mengikuti dance yang semestinya. Jongin membuatnya semakin erotis dengan meremas-remas sendiri dadanya. Mendesah dan menggerakan kakinya gelisah. Chanyeol menerjang Jongin, menindih Jongin di atas sofa. Jongin hanya menyeringai melihat suaminya terbakar nafsu. Jongin mengangkat pinggulnya, menggesekan vaginanya dengan penis Chanyeol yang masih di dalam celana pendek.

 

“Kau sedang menggodaku, Bear?” Chanyeol mencubit nipple Jongin. Membuat Jongin berjengit. Tangan Jongin bergerak menyentuh penis Chanyeol.

 

“Apakah ini sudah menegang? Sepertinya belum ya, Chan. Uh tapi in terasa besar. Bagaimana jika benda ini mengeras dan menusuk vaginaku ya. Pasti terasa nikmat” Dirty Talk yang Jongin ucapkan benar-benar membangkitkan birahi suaminya. Tangannya meremas penis Chanyeol, membalas cubitan yang tadi Chanyeol lakukan di nipplenya.

 

”Apa kau benar benar ingin merassakannya, baby?” Chanyeol meremas kasar dada Jongin. Kaki kirinya ditaruh diantara kedua kaki Jongin. Menggesekan lututnya ke vagina Jongin. Dan mulutnya menggigit dan menghisap leher, bahu dan segala yang bisa dia gigit. Memberi kissmark di tubuh Jongin.

 

Jongin hanya pasrah dengan apa yang dilakukan Chanyeol padanya. Dia juga yang tadi menggoda suaminya ini. Padahal dia tau suaminya pervert. tidak melakukan apa-apa membuatnya bosan. Jadi dia menggoda suaminya ini. Hah..

 

“Aaakh ah ukh Chan oh ah Akh” Jongin mendesah tidak karuan. Tangannya meremas bantal sofa yang dia sandari. Chanyeol melumat bibir Jongin yang sedari tadi mengeluarkan desahan sexy. Menggigit bibir bawahnya, mengulum bibir atasnya, mengabsen deretan gigi Jongin yang rapih, mengelitik langit-langitnya, dan melilitkan lidah. Saliva mereka bercampur membasahi pipi Jongin yang memerah dan turun ke lehernya.

 

Tangan Chanyeol mengangkat kaus Jongin. Memperlihatkan tubuh Jongin. Jongin benar-benar terlihat sangat menggoda. Dengan bibir bengkak yang terbuka, pandangan sayu, kaki mengankang, dan nipple yang mencuat dengan dadanya yang sudah memerah karna diremas kasar oleh Chanyeol.

 

Chanyeol bangkit dari atas tubuh Jongin. Dan berjalan ke kamarnya dan Jongin. Jongin memandang Chanyeol bingung dengan tatapan sayunya.

 

“Kau mau kemana, Chan?” Jongin bertanya dengan suara bergetar. Akibat mendapatka kenikamatan dari Chanyeol tadi.

 

Chanyeol tidak menjawab. Masuk kedalam kamar mereka, dan kembali membawa box kecil yang Jongin tau berisi sex toys mengerikan. Membuat Jongin bergidik. Jongin memandang Chanyeol memelas. Berharap Chanyeol mengerti dengan tatapannya, jika dia tidak ingin mengguunakan benda-benda mengerikan itu. Besok dia masih ada kelas.

 

“Kau yang menggodaku, Bear. Jangan salahkan aku jika selangkanganmu terasa linu dan kau tidak bisa berjalan dengan benar” Chanyeol menaruh box kecil di atas meja dekat sofa. Jongin hanya menelan ludahnya. Dia jadi menyesal menjahili suaminya ini. Ini namanya senjata makan tuan. Oh tuhanku yang baik hati tolong selamatkan tubuh hambamu ini dari monster beruang ini. Amen. Jongin berdoa dalam hati.

 

“Eum, Chan tapi bisakah kaku hanya menggunakannya sebagian? Jangan gunakan semuanya” Jongin memelas. Memasang wajah aegyo yang membuatnya terlihat sangat menggoda di mata monster mesum yang sekarang sedang dilanda nafsu birahi.

 

“Baiklah, aku akan menggunakannya sebagian” Chanyeol menyeringai. Dia mengeluarkan borgol. Dan memasangkannya di kedua tangan Jongin. Jongin hanya pasrah tangannya diborgol oleh suaminya.

 

Chanyeol mengambil dua vibrator dan satu buttplug. Kembali duduk di atas sofa. Duduk di depan kaki Jongin yang masih mengangkang.  Memperlihatkan kedua hole nya yang berkedut-kedut. Membuat Chanyeol membayangkan memporak-porandakan kedua hole Jongin.

 

Chanyeol memasukan satu vibrator ke back-hole Jongin. Dan memasukan vibrator yang satunya ke dalam vagina Jongin. Yang terakhir memasukan buttplug ke dalam back-hole Jongin yang sudah terisi vibrator. Membuat Jongin memekik kesakitan. Dan terakhir Chanyeol menyalakan kedua vibrator itu dengan maximum. Jongin langsung mendesah tak karuan. Badannya menggelinjang, bagian bawahnya bergetar hebat.

 

Pinggulnya menggesek ke kanan-kiri dan atas-bawah. Dia benar-benar terbang merasakan getaran-getaran yang terus berlanjut sampai ke kaki dan perutnya. Kakinya mengangkang semakin lebar. Chanyeol yang melihatnya menyeringai, inilah akibatnya telah menggoda si pervert Chanyeol.

 

Chanyeol mengambil benda kecil dari dalam box dan memasangkannya di nipple Jongin. Menyalakannya di mode max. Nipple Jongin bergerak, nipplenya bergerak seperti sedang dihisap dengan kuat. Bahkan dari nipplenya sampai keluar cairan saperti susu.

 

Chanyeol mengangkat tubuh Jongin ke atas meja depan sofa. Setelah itu dia menghilang di balik pintu dapur. Dan kembali lagi membawa sebotol minuman bersoda dan selang.

 

Chanyeol membuka zipper celananya, mengeluarkan penisnya yang besar. Dan mengarahkan penisnya ke mulut Jongin yang terbuka dan menyenandungkan desahan erotis. Dengan tiba-tiba dia memasukan penisnya ke mulut Jongin.

 

“Eeeehm” suara Jongin membuat Penis Chanyeol bergetar. Menambahkan kenikmatan. Tangan Jongin yang terborgol memegang sisa penis Chanyeol yang tidak dapat masuk ke mulutnya. Chanyeol memaju mundurkan pinggulnya, membuat penisnya keluar masuk di mulut Jongin. Terkadang ujung penisnya menusuk tenggorokan Jongin membuat Jongin ingin muntah.

 

“oh ah ukh kau nikmat Jongh.” Chanyeol merancau tak karuan. Chanyeol yang merasa penisnya sudah membesar. Mengeluarkan penisnya dari mulut Jongin.

 

Chanyeol berada di depan vagina Jongin. Penisnya di arahkannya menuju vagina Jongin yang masih berisi vibrator yang bergetar kencang. Jongin yang merasa ada benda lagi yang ingin memasuki dirinya mengangkat kepalanya. Dan melihat Chanyeol sedang memasukan penisnya yang sangat besar itu ke dalam vaginanya. Padahal vaginanya sudah terasa penuh oleh benda sialan yang bergetar dari tadi.

 

”aahmpun Chanh.. akuuuh tidak ah akaan uh melakukaaanh lagiiih Aaakh.. itu sakit Park Chanyeol” Kim Jongin, yeoja manis ini harus menerima hukumannya setelah apa yang dia perbuat pada suami pervert nya ini. Besiap untuk tidak bisa mengikuti kuliah besok dan beberapa hari setelahnya.

 

“Itu hukumanmu, baby. Karna telah menggodaku”  Dengan sekali hentakan Chanyeol menghujamkan penisnya ke dalam vagina Jongin. Dan sekarang Jongin merasakannya sangat penuh. Kedua lubangnya terisi benda-benda mengerikan yang mengocok lubangnya.

 

“Aaaakh oh aaakh uh saa-kit, Chanyeeol Aaakh” Chanyeol menarik benda kecil yang menghisap kuat nipple Jongin. Membuat nipple Jongin ikut tertarik. Jongin memekik kesakitan. Nipplenya terasa seperti mau copot. Itu benar-benar sakit.

 

Setelah menariknya sekarang digantikan oleh mulut Chanyeol. Menghisap, menggigit, mengemut. Dilakukan bergantian oleh Chanyeol. Tangannya memelitir nipple satunya dan menariknya dengan kuat. Dia benar benar ingin menghukum Jongin sekarang. Dia menyeringai melihat Jongin kesakitan di bawahnya.

 

Tangannya mengangkat kaki Jongin naik ke atas bahunya. Membuat penis menghujam vagina Jongin lebih dalam. Dan tangan satunya dia gunakan untuk menampar buttom Jongin. Chanyeol menyukai melakukan sex dengan kasar. Dan Jongin tadi menggodanya jadi jangan salahkan dia.

 

“Aaakh Chanyeol—“ Jongin merasakan puncak kenikmatanya. Tapi Chanyeol sepertinya masih lama untuk mencapai kenikmatannya. Dan Jongin harus bersabar untuk melayani Chanyeol yang tidak terkendali.

 

Chanyeol menambah intensitas tusukan pada vagina Jongin. Semakin keras dan semakin dalam. Jongin hanya terus mendesah merasakan sakit dan nikmat di saat yang bersamaan.

 

Tiba-tiba saja Chanyeol menghentikan gerakannya dan mengeluarkan penisnya. Jongin meringis. Dia hanya menatap suaminya bingung. Chanyeol mengeluarkan vibrator dan buttplug dari back-holenya. Dan mematikannya. Chanyeol mengambil selang dengan panjang kira-kira 20 cm, dan berdiameter 2 cm. memasukanya ke lubang belakang Jongin. Ukh rasanya sakit sekali.

 

Jongin menatap horor pada Chanyeol yang mengambil minuman bersoda dang membukanya. Otak jeniusnya menerka-nerka apa yang akan dilakukan Chanyeol. Dan otaknya terbukti jenius dengan Chanyeol yang menuangkan minuman bersoda itu ke dalam selang yang nyambung ke dalam anusnya sesuai dengan dugaannya.

 

“Chan, itu terasa sakit. Hentikan Ukh” Jongin meringis saat dirasanya minuman bersoda itu mengenai luka di dalam back-holenya. Jongin menggerakan pinggulnya, kakinya yang berada di bahu Chanyeol membuat minuman bersoda itu cepat mengalir dan beberapa mengalir ke dalam saluran ekskresinya.

 

Chanyeol menuangkan lagi minuman bersoda tetapi sebelumnya dia mengecoknya dahulu. Membuat gelembung gelembung di dalam anus Jongin. Dia bersumpah pada dirinya sendiri untuk tidak lagi menggoda suaminya.

 

Chanyeol kembali melumat bibir Jongin. Tangan Jongin berada di atas kepalanya. Membuatnya makin terlihat menggairahkan. Chanyeol menggigit bibir Jongin hingga mengeluarkan sedikit darah. Membuat rasa asin dan anyir di ciuman mereka. Tangan Chanyeol meremas dada Jongin dengan kasar dan keras. Jongin hanya dapat menahan rasa sakit pada tubuhnya. Bersabar sampai suaminya menyudahi hukuman ini.

 

Chanyeol melepaskan tautan bibirnya dan Jongin. dan tiba tiba menarik selang yang berada di dalam lubang Jongin dan langsung melesakan penisnya ke dalamnya. Jongin berteriak kesakitan. Lukanya akan bertambah jika seperti ini.

 

Chanyeol menggerakan penisnya. Mendesah bersama. Tangannya menampar pantat Jongin untuk ikut bergerak dan membuat lubangnya semakin mencengkram penisnya. Jongin ikut memajukan pinggulnya, walaupun pinggulnya sekarang terasa sangat linu. Vibrator yang berada di vaginanya masih bergetar kencang tetapi di lubang belakangnya dia mendapatkan sakit yang luar biasa.

 

Dia harus bersabar. Dia menggerakan pinngulnya berlawanan denga gerakan Chanyeol. Dia merasakan sebentar lagi dia akan mencapai puncak nikmatnya lagi. Dan penis Chanyeol juga berkedut kedut di dalamnya.

 

“Aaakh Chanyeol—” Jongin meneriakan nama sang suami dengan keras. Chanyeol yang merasakan lubang Jongin yang semakin mencengkram penisnya. Membuat penisnya seperti di pijit-pijit.

 

“Jongiinh—” Chanyeol pun juga meneriakan nama sang istri. Menghujamkan penisnya semakin dalam di lubang belakang istrinya.

.

.

.

Chanyeol membawa nampan dengan isi bibimbap dan segelas susu ke kamarnya dan sang istri. Chanyeol menaruh nampan di atas meja nakas samping kasur. Memandangi wajah cantik istrinya. Jongin masih terlelap. Menunjukan kesan innocent di wajahnya.

 

Chanyeol mengecup dahi Jongin, lalu turun ke matanya, hidung, kedua pipi bulat merona dan yang terakhir bibir sexy Jongin. Tangannya mengelus pipi Jongin.

 

Ireonna, Baby.” Jongin membuka matanya perlahan dan menemukan suaminya memandanginya dengan senyum tulus dan rupawan.

 

“Euum” Jongin mengerang. Tangannya mengusap matanya.

 

“Ukh” Jongin meringis merasakan bagian bawahnya linu dan sakit sekali. Dia tadi berusaha untuk duduk.

 

“Maaf, Baby Bear. Tadi malam aku bermain kasar sekali. Sekarang kau malah kesakitan seperti sekarang” Chanyeol menampkan raut menyesalnya. Jongin hanya tersenyum tulus.

 

GwaenchanaChan. Aku baik-baik saja” Jongin mengelus tangan suaminya. Chanyeol mengambil bibimbap yang tadi dia buat sebagai tanda penyesalan karna telah bermain sangat kasar kemarin. Dan mengakibatkan istrinya tidak bisa berjalan dengan benar –duduk saja susah apa lagi berjalan- dan sekarang istrinya tidak dapat menghadiri kelas kuliahnya.

 

“Buka mulutmu, aku membuatkanmu bibimbap, Baby” Chanyeol menyuapkan sesendok bibimbap ke mulut Jongin.

.

.

.

End

 

Advertisements

One thought on “Story of Us [One Shoot]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s